Jauh sebelum aku diketahui hamil, suami udah bikin nama buat calon anak kami nanti.
Berhubung dia pengen anak cewe, jadilah nama ini: Rachel Miracle Samuel Sihotang.
Tapi gak lama, diganti lagi lantaran seorang sahabatnya yang istrinya baru melahirkan juga menamai anaknya 'Rachel'.
Suami terpaksa mengalah, karena anaknya memang 'belum ada'. Xixixi...
Selang beberapa minggu, tiba-tiba di status Facebook-nya sudah nongol: Kezia Miracle Samuel Sihotang.
"Apa itu?" tanyaku.
"Nama anak kita nanti. Sengaja ku-upload supaya enggak ada yang nyamain."
"Aku, kan, belum hamil."
"Kau pasti hamil dan anak kita pasti perempuan."
"Yakin sekali." Aku bukannya tidak yakin takkan hamil. Sengaja kubilang ini untuk mendengar penjelasannya berikut ini.
"Tuhan bilang, kan, beranakcuculah. Dan aku percaya, kalau aku imani anakku perempuan, maka begitulah jadinya."
"Amin!"
Penulisan nama anak di status jejaring sosial itu spontan menarik perhatian banyak orang. Ada yang bertanya-tanya apa benar aku hamil, ada juga yang langsung memberi ucapan, "Selamat ya...."
Yang pasti, sebulan kemudian, tepatnya 31 Desember 2011, test pack yang kupakai menyatakan: Hamil! Sekali lagi ia membuktikan, perbuatan tanpa iman = NOL.
Sejak itu, Mami selalu berdoa untukmu Kezia, jadilah seperti 'tanda' yang ada padamu.
Kezia: Bunga yang harum; Anak Ayub usai ia berhasil melewati berbagai pencobaan.
Miracle: Keajaiban.
Samuel: Anak dari Tuhan; Nama baptis suamiku (dia selalu memaksa agar nama ini menyertai semua nama anak-anaknya) :D
Soal benar atau tidaknya anak kami ini perempuan atau laki-laki, kami dan dokterpun belum tahu :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar