Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, aku sampai pada kesimpulan bahwa bobot janinku memang terlalu besar.
Coba aja baca link ini:
http://anmum.com.my/id/main.aspx?sid=930
Fakta kalau janinku jauh lebih besar dari seharusnya sudah dinyatakan di kalimat awal artikel tersebut. "Berat tubuh janin 'mungkin' sudah sekitar 340 gram sekarang (untuk janin berusia 20 minggu)." Well, berat Si Ke' terakhir kali aku bawa dia ke rumah sakit, Senin (16/4), sudah lebih dari 550 gram.
Fakta kedua -yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan- adalah, "... dan bobot tubuh Anda akan bertambah sekitar 4,5 kg." Taraaa! Beratku -dalam kurun waktu 5 bulan ini- sudah naik 7 kg aja gituh.
Yup, sekarang aku mengerti mengapa setiap orang yang bertanya, "Berapa bulan usia kandunganmu saat ini, Ter," terhenyak kaget dengan jawabanku.
"Hah, serius 5 bulan?! Tapi, kok, gede banget, kayak udah 7 bulan ajah," demikian rata-rata isi komentar mereka kemudian.
Hehehe... Oke deh, Ke'. Kayaknya, sudah saatnya Mami diet. D, I, E, T. Mulai besok Mami janji enggak akan lagi mampir ke Muffin House kalo enggak kepepet banget. Mami bakal kurangin minum es teh manis atau teh manis hangat. Plus, tolak cemal-cemil di sore hari.
Ini semua demi kamu bisa lahir NORMAL, mal, mal!
Selasa, 24 April 2012
Senin, 23 April 2012
1, 2, 3, 4, 5....
Usia Ke' dalam kandungan saat ini genap 5 bulan. Lantas bagaimana perasaanku? Yang pasti senang, dong.
Jujur, badanku makin hari makin mudah capek. Jalan 10 meter atau naik 10 anak tangga aja udah bisa bikin napas ngos-ngosan. Dikit-dikit istirahat atau paling enggak kecepatan gerakan harus dibatasi. Lantas bagaimana perasaanku? Ya, tetap senang, dong.
Setiap kali ada yang enggak berkenan di hati, bawaannya mau 'ngamuk' aja. Kadang, ucapanku secara enggak sengaja juga membuat orang lain tersinggung. Padahal enggak ada maksud mau kasar, lho. Maklum aja, bawaan hormon kali, yaaaa.... Lantas bagaimana perasaanku mengenai hal ini? Ya, apalagi kalau tetap dibawa senang, dong. Hahahaha....
Kata suamiku, MENGANDUNG itu merupakan anugerah bagi perempuan. Mengingat zaman sekarang, sangat sulit bagi kaum hawa memiliki anak. Oleh karenanya, enggak ada alasan bagiku untuk tidak merasa senang dan mengucap syukur buat Ke'.
:D
Jujur, badanku makin hari makin mudah capek. Jalan 10 meter atau naik 10 anak tangga aja udah bisa bikin napas ngos-ngosan. Dikit-dikit istirahat atau paling enggak kecepatan gerakan harus dibatasi. Lantas bagaimana perasaanku? Ya, tetap senang, dong.
Setiap kali ada yang enggak berkenan di hati, bawaannya mau 'ngamuk' aja. Kadang, ucapanku secara enggak sengaja juga membuat orang lain tersinggung. Padahal enggak ada maksud mau kasar, lho. Maklum aja, bawaan hormon kali, yaaaa.... Lantas bagaimana perasaanku mengenai hal ini? Ya, apalagi kalau tetap dibawa senang, dong. Hahahaha....
Kata suamiku, MENGANDUNG itu merupakan anugerah bagi perempuan. Mengingat zaman sekarang, sangat sulit bagi kaum hawa memiliki anak. Oleh karenanya, enggak ada alasan bagiku untuk tidak merasa senang dan mengucap syukur buat Ke'.
:D
Minggu, 22 April 2012
'Selangkangan' Keke
"Feeling saya, sih, laki-laki," kata Dokter Lukman.
Jeglek! Ibarat meteran listrik yang mati tiba-tiba, kami -aku dan suami- lumayan kaget juga dengernya. Muka suami juga mendadak lemes. Hehehe.... Secara suami kepengen banget punya anak cewe, kaaaan......
Senin lalu, aku ditemani suami konsultasi kandungan di Siloam Hospital Kebon Jeruk. Selain mau liat Keke (panggilan Si Baby) dari deket, kami juga mau tahu kelaminnya. Maklum, usia kandungan, kan, sudah masuk 19 minggu. Biasanya, sih, di usia segitu jenis kelamin bayi sudah bisa kelihatan. Katanya, loooh....
Tapi ya, semua memang enggak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Kaki Si Keke ketekuk ketat ke perutnya. Alhasil, alat USG enggak berhasil kasih lihat 'selangkagan', tuh, anak. Hehehehe.... Makanya iseng-iseng aku tanya dokter, "Menurut feeling dokter kelamin anak saya apa?"
Apapun jenis kelaminnya, disyukuri aja, ya. Yang penting sehat. Eniway busway, berat anakku sudah hampir 600 gram, detak jantungnya bagus, dan gerakannya edaaaan, aktif banget! Puji Tuhan, yaaa.....
Jeglek! Ibarat meteran listrik yang mati tiba-tiba, kami -aku dan suami- lumayan kaget juga dengernya. Muka suami juga mendadak lemes. Hehehe.... Secara suami kepengen banget punya anak cewe, kaaaan......
Senin lalu, aku ditemani suami konsultasi kandungan di Siloam Hospital Kebon Jeruk. Selain mau liat Keke (panggilan Si Baby) dari deket, kami juga mau tahu kelaminnya. Maklum, usia kandungan, kan, sudah masuk 19 minggu. Biasanya, sih, di usia segitu jenis kelamin bayi sudah bisa kelihatan. Katanya, loooh....
Tapi ya, semua memang enggak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Kaki Si Keke ketekuk ketat ke perutnya. Alhasil, alat USG enggak berhasil kasih lihat 'selangkagan', tuh, anak. Hehehehe.... Makanya iseng-iseng aku tanya dokter, "Menurut feeling dokter kelamin anak saya apa?"
Apapun jenis kelaminnya, disyukuri aja, ya. Yang penting sehat. Eniway busway, berat anakku sudah hampir 600 gram, detak jantungnya bagus, dan gerakannya edaaaan, aktif banget! Puji Tuhan, yaaa.....
Senin, 16 April 2012
Mama
Usia mamaku genap 52 tahun kemarin, 16 April 2012. Meski sudah lewat 'kepala' lima, ia masih terlihat cantik dan enerjik. Maklum, pada dasarnya, Si Kembang Desa di kampungnya ini memang cantik. Saking cantiknya, dulu enggak ada yang percaya kalau dia adalah mamaku.
Secara fisik, kami memang tidak terlalu mirip. Kulitnya putih, kulitku coklat. Tingginya semampai, aku hanya 158 cm. Bibirnya merah, bibirku gelap. Rambut kami pun beda. Telapak kakinya panjang, sedang punyaku lebar. Makanya enggak heran kalau ukuran sepatunya bisa sampai 40-41. Aku aja cuma pakai ukuran 38. Tapi ada satu yang secara TEGAS kumiliki darinya. Darah kami sama. Sama, bukan hanya dalam arti harfiah kalau aku anak kandungnya. Maksudnya, hanya kami berdualah di rumah yang bergolongan darah B. Sedangkan Bapak dan dua adik lelakiku bergolongan darah O.
Sejak dulu juga, kami enggak cocok. Seperti apa ketidakcocokkannya, tak perlulah kuceritakan. Bukan karena aku masih menyimpan kepahitan dengannya. Hanya saja, di masa tuanya ini, aku ingin mengenang segala yang baik tentang dia. Ketidakcocokkan kami sebatas ketidaksepahaman antara anak perempuan yang menganggap segala yang dilakukannya sudah benar dengan kekolotan seorang ibu, kok. Xixixixi....
Dulu juga, aku menganggap kalau ia sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun untuk semua yang kudapatkan dalam hidup ini. Tapi, masa iya, sih? Sebegitu hebatnyakah aku? Meski tangannya tidak menggandeng tanganku dan kata-katanya tak mengantarku sampai di pintu keluar selama 'perjalanan' hidupku, aku yakin tangannya selalu tergenggam dan mulutnya tak berhenti bersuara kepada Sang Khalik untuk setiap kemenanganku!
Itulah aku, anak. Yang, entah mengapa, selalu merasa mampu dan jumawa menghadapi liku-liku hidup. Sendirian. Dan begitulah mamaku, ibu. Yang sampai kapanpun -di balik pandangannya yang sayup, bahunya yang menurun, dan langkahnya yang gontai- setia dan taat mendampingiku dalam doa. Memang tak perlu teman, karena aku yakin dia mampu melakukannya, sendiri, sepanjang masanya.
Selamat ulang tahun, Ma. Panjanglah usiamu agar aku semakin mengenal keanggunanmu. Sehatlah engkau setiap hari, karena aku ingin engkau puas bermain dengan anakku nanti. Diberkatilah engkau agar berkat Tuhan juga mengalir dalamku. Penuhlah sukacitamu agar panjang usia kami, anak-anakmu. I love you, Mom :D
Secara fisik, kami memang tidak terlalu mirip. Kulitnya putih, kulitku coklat. Tingginya semampai, aku hanya 158 cm. Bibirnya merah, bibirku gelap. Rambut kami pun beda. Telapak kakinya panjang, sedang punyaku lebar. Makanya enggak heran kalau ukuran sepatunya bisa sampai 40-41. Aku aja cuma pakai ukuran 38. Tapi ada satu yang secara TEGAS kumiliki darinya. Darah kami sama. Sama, bukan hanya dalam arti harfiah kalau aku anak kandungnya. Maksudnya, hanya kami berdualah di rumah yang bergolongan darah B. Sedangkan Bapak dan dua adik lelakiku bergolongan darah O.
Sejak dulu juga, kami enggak cocok. Seperti apa ketidakcocokkannya, tak perlulah kuceritakan. Bukan karena aku masih menyimpan kepahitan dengannya. Hanya saja, di masa tuanya ini, aku ingin mengenang segala yang baik tentang dia. Ketidakcocokkan kami sebatas ketidaksepahaman antara anak perempuan yang menganggap segala yang dilakukannya sudah benar dengan kekolotan seorang ibu, kok. Xixixixi....
Dulu juga, aku menganggap kalau ia sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun untuk semua yang kudapatkan dalam hidup ini. Tapi, masa iya, sih? Sebegitu hebatnyakah aku? Meski tangannya tidak menggandeng tanganku dan kata-katanya tak mengantarku sampai di pintu keluar selama 'perjalanan' hidupku, aku yakin tangannya selalu tergenggam dan mulutnya tak berhenti bersuara kepada Sang Khalik untuk setiap kemenanganku!
Itulah aku, anak. Yang, entah mengapa, selalu merasa mampu dan jumawa menghadapi liku-liku hidup. Sendirian. Dan begitulah mamaku, ibu. Yang sampai kapanpun -di balik pandangannya yang sayup, bahunya yang menurun, dan langkahnya yang gontai- setia dan taat mendampingiku dalam doa. Memang tak perlu teman, karena aku yakin dia mampu melakukannya, sendiri, sepanjang masanya.
Selamat ulang tahun, Ma. Panjanglah usiamu agar aku semakin mengenal keanggunanmu. Sehatlah engkau setiap hari, karena aku ingin engkau puas bermain dengan anakku nanti. Diberkatilah engkau agar berkat Tuhan juga mengalir dalamku. Penuhlah sukacitamu agar panjang usia kami, anak-anakmu. I love you, Mom :D
EGP
Makan sop kambing = jangan, nanti bayinya kepanasan di dalam peruuut....
Minum es = duh, nanti anak kamu kegemukan di dalem, lho.... "yang bikin janin gemuk itu gula, bukan es."
Makan yang manis-manis = pantesan perutmu besar banget, makan yang manis terus, sih...
Suami matiin tikus = harusnya selama kamu hamil, jangan matiin binatang dulu. "kalo matiin orang bisa?!"
dan lain-laiiiiinnn.....
Banyak banget pantangan yang dibuat di dunia ini buat ibu hamil (itu BARU buat ibu hamil, lho, belum yang lainnya). Tapi, sejauh itu enggak masuk akan dan enggak sesuai sama Firman Tuhan, enggak bakal aku ikutin (sekadar didengerin boleh aja).
Bersyukuuuuuurrr banget, punya dokter kandungan yang sepaham denganku. Dr Lukman enggak 'rempong', kalo istilah gaulnya. Dia enggak kasih banyak aturan atau wejangan yang enggak jelas buat kehamilanku.
"Dok, saya boleh makan durian, ga?" "Boleh. Kenapa enggak? Cuma jangan banyak-banyak, ya"
"Dok, saya boleh makan salak?" "Makannya enggak sampe dua karung, kan?"
"Saya boleh naik motor atau enggak, Dok?" "Selagi bukan motor trail ya enggak masalah."
"Kalo makan sambel, Dok?" "..........."
Lama-lama Si Dokter kayaknya males denger pertanyaanku. Hahahaha.....
Iyalah, aku juga kalo jadi dokternya males denger pertanyaan yang enggak mutu kayak gitu :p
Jadi, selama itu masuk akal, DENGARKAN DAN IKUTILAH! Kalo enggak, DENGARKAN terus EGP. Xixixixi......
Minum es = duh, nanti anak kamu kegemukan di dalem, lho.... "yang bikin janin gemuk itu gula, bukan es."
Makan yang manis-manis = pantesan perutmu besar banget, makan yang manis terus, sih...
Suami matiin tikus = harusnya selama kamu hamil, jangan matiin binatang dulu. "kalo matiin orang bisa?!"
dan lain-laiiiiinnn.....
Banyak banget pantangan yang dibuat di dunia ini buat ibu hamil (itu BARU buat ibu hamil, lho, belum yang lainnya). Tapi, sejauh itu enggak masuk akan dan enggak sesuai sama Firman Tuhan, enggak bakal aku ikutin (sekadar didengerin boleh aja).
Bersyukuuuuuurrr banget, punya dokter kandungan yang sepaham denganku. Dr Lukman enggak 'rempong', kalo istilah gaulnya. Dia enggak kasih banyak aturan atau wejangan yang enggak jelas buat kehamilanku.
"Dok, saya boleh makan durian, ga?" "Boleh. Kenapa enggak? Cuma jangan banyak-banyak, ya"
"Dok, saya boleh makan salak?" "Makannya enggak sampe dua karung, kan?"
"Saya boleh naik motor atau enggak, Dok?" "Selagi bukan motor trail ya enggak masalah."
"Kalo makan sambel, Dok?" "..........."
Lama-lama Si Dokter kayaknya males denger pertanyaanku. Hahahaha.....
Iyalah, aku juga kalo jadi dokternya males denger pertanyaan yang enggak mutu kayak gitu :p
Jadi, selama itu masuk akal, DENGARKAN DAN IKUTILAH! Kalo enggak, DENGARKAN terus EGP. Xixixixi......
Langganan:
Komentar (Atom)