Usia mamaku genap 52 tahun kemarin, 16 April 2012. Meski sudah lewat 'kepala' lima, ia masih terlihat cantik dan enerjik. Maklum, pada dasarnya, Si Kembang Desa di kampungnya ini memang cantik. Saking cantiknya, dulu enggak ada yang percaya kalau dia adalah mamaku.
Secara fisik, kami memang tidak terlalu mirip. Kulitnya putih, kulitku coklat. Tingginya semampai, aku hanya 158 cm. Bibirnya merah, bibirku gelap. Rambut kami pun beda. Telapak kakinya panjang, sedang punyaku lebar. Makanya enggak heran kalau ukuran sepatunya bisa sampai 40-41. Aku aja cuma pakai ukuran 38. Tapi ada satu yang secara TEGAS kumiliki darinya. Darah kami sama. Sama, bukan hanya dalam arti harfiah kalau aku anak kandungnya. Maksudnya, hanya kami berdualah di rumah yang bergolongan darah B. Sedangkan Bapak dan dua adik lelakiku bergolongan darah O.
Sejak dulu juga, kami enggak cocok. Seperti apa ketidakcocokkannya, tak perlulah kuceritakan. Bukan karena aku masih menyimpan kepahitan dengannya. Hanya saja, di masa tuanya ini, aku ingin mengenang segala yang baik tentang dia. Ketidakcocokkan kami sebatas ketidaksepahaman antara anak perempuan yang menganggap segala yang dilakukannya sudah benar dengan kekolotan seorang ibu, kok. Xixixixi....
Dulu juga, aku menganggap kalau ia sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun untuk semua yang kudapatkan dalam hidup ini. Tapi, masa iya, sih? Sebegitu hebatnyakah aku? Meski tangannya tidak menggandeng tanganku dan kata-katanya tak mengantarku sampai di pintu keluar selama 'perjalanan' hidupku, aku yakin tangannya selalu tergenggam dan mulutnya tak berhenti bersuara kepada Sang Khalik untuk setiap kemenanganku!
Itulah aku, anak. Yang, entah mengapa, selalu merasa mampu dan jumawa menghadapi liku-liku hidup. Sendirian. Dan begitulah mamaku, ibu. Yang sampai kapanpun -di balik pandangannya yang sayup, bahunya yang menurun, dan langkahnya yang gontai- setia dan taat mendampingiku dalam doa. Memang tak perlu teman, karena aku yakin dia mampu melakukannya, sendiri, sepanjang masanya.
Selamat ulang tahun, Ma. Panjanglah usiamu agar aku semakin mengenal keanggunanmu. Sehatlah engkau setiap hari, karena aku ingin engkau puas bermain dengan anakku nanti. Diberkatilah engkau agar berkat Tuhan juga mengalir dalamku. Penuhlah sukacitamu agar panjang usia kami, anak-anakmu. I love you, Mom :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar